estafet pernikahan

10:52

Saya hidup di keluarga betawi kental. Meski ayah kandung saya kelahiran Malang, tak ada jiwa 'Malang' sedikit pun. Bahkan, sekalipun saya belum pernah kesana.

Keluarga betawi, lengkap dengan koloninya. Koloni. yups. Perhatikan sekeliling rumah saya, hampir kesemuanya memiliki hubungan darah dan kekerabatan. Satu kampung, diluar para pendatang, adalah semuanya saudara asli. Berhubungan melalui kakek-kakek kami, uwa-uwa kami yang saling bersaudara. Atau sekedar hasil poligami uyut-uyut kami. *sigh*. Setelah melihat sejarah kekeluargaan betawi, poligami, atau beristri banyak kerap kali dijumpai. Banyak alasannya, entah karena istri pertama yang meninggal dunia, sakit, atau memang sekedar ingin menikah lagi.


Dalam garis langsung keluarga Nyak saya, sejarah poligami berakhir di kakek saya. Baba Musa, kakek saya, memiliki adik dan saudara-saudara yang bukanlah satu ibu. Selain baba yang sudah meninggal, semua masih ada. :)

Klan keluarga Musa, memiliki berbelas-belas cucu dari 8 orang anaknya. 7 sebenarnya, 1 orang meninggal saat baru lulus sma. Mari diurutkan. Teteh Nia (1983), Aa Ade (1984), Kakak Mega (1986), Mba Indah (1989)[saya maksdnya^^], A deto (1992), Teh Era (1993), Teh Cica (1995), Aninda (1995), Anggun (1995), Anindi, Raja, Tegar, Ido, dan Cicit. yang kelahiran tahun 2000-an saya ga hapal tahunnya.. hehe.

Tidak terasa, cicit pertama akan segera lahir kedunia. Kakak Mega adalah cucu pertama dalam klan Musa yang menikah. Keputusan mencengangkan memang. Baru saja menjadi mahasiswa pasca, langsung dilamar temen seangkatan saat S1. Hyah. Keputusan berani, mengingat sang suami saat itu wisuda sarjana saja belum.. :D Barakallah kak..Allah memang Maha Baik.. :) Diantara semua sepupu, kakak memang yang paling 'akhwat'. Ga ada angin, ga ada hujan, ga pernah pacaran, ga pernah telpon-telponan, ga pernah keluar bwt jalan, proses cuma beberapa bulan, langsung menikah. HAHA :D Mendahului duet maut kakak beradik Teteh dan Aa, dan estafet pernikahan pun dimulai.

Akhirnya,si Teteh 14 februari kemarin menikah. Menikah dengan 'abang' dari kampung sebelah, ini mah memperkuat koloni aja dah. hehehe..piss teh :D Estafet berpindah ke tangan teteh.

Aa, yang sudah berumur 27 tahun pun sepertinya sudah tak begitu sabar untuk menunda. Saya ingat, perbincangan antara kami, saya, teteh, dan aa. Ada sepenggal kalimat pembicaraan yang sayup-sayup masih saya ingat.






saya : 'kapan a nikah?'
Aa : 'yah, tiga bulan lagi deh dimulai prosesnya.. :D' *sambil nyengir lebar*
teteh : 'Ga mungkin de, masa dalam tahun yang sama kondangan ke tempat yang sama dua kali. Yah, paling ngga taun depan lah..'
Aa : *tanpa ekspresi

Saya cuman bisa mikir, kalo Aa taun depan,berarti yang berikutnya taun depannya lagi, yang berikutnya taun depannya lagi gitu?
saya cuman bisa mikir,habis ini estafet jatuh ke tangan siapa yaa.. Aa setelah itu saya? ato mungkin deto ato era? rada ga mungkin sih, mereka masih kelas 3 sma.. tapi siapa tw.. Who knows? :D

No problemlah, Gapapa-gapapa.
saya akan menunggu hingga waktunya benar-benar tepat.
*walopun ga mau menunggu selama teteh menunggu. 28 tahun itu lama bro! :p*
























Happy ending wedding, dunia akhirat (^_^)

You Might Also Like

2 warna seru berkomentar

Flickr Images

Subscribe