Book Review : Bintang by Tere Liye

22:45

Satu-satunya serial Tere Liye yang aku ikuti adalah serial ini, Bumi - Bulan - Matahari - dan yang baru saja keluar Juni kemarin, Bintang. Aku mengikuti serial ini karena termasuk novel fantasi dan petualangan. Jauh berbeda dengan kesan yang muncul di benak ketika mendengar nama Tere Liye yang seringkali menempel ingatan tentang romantisme, sastra dan hal-hal yang menyerempet perasaan.

Sebelumnya, aku selalu merasa semua buku di serial ini memilliki judul yang tertukar-tukar. Namun, untuk buku Bintang ini, pas sekali. Karena yang diceritakan memang tentang petualangan di 'Bintang'.

Aku menghabiskan untuk membaca buku ini kurang dari 6 jam, sekali baca langsung selesai. Karena aku membeli buku cetakan pertama, masih terdapat beberapa kesalahan pengetikan kecil di bukunya. Wajar sekali. Tapi aku butuh waktu lebih dari sebulan hanya untuk membuka plastik buku ini hingga akhirnya berhasil aku beranikan diri untuk membaca. Haha. Buku Bintang ini, rasanya enggan sekali untuk dibaca, walau pada kenyataannya kurang dari 6 jam sudah selesai dibaca.
Benar-benar menandakan bahwa membaca adalah sesuatu yang sesungguhnya memang harus dipaksa kalau sedang malas. Membaca bukan hanya bisa dinikmati oleh para kutu buku. Tapi, kita juga sebagai netizen biasa, bisa membaca buku, asalkan ada kemauan dan kesungguhan. Kesungguhan untuk membaca atau malah kesungguhan untuk memaksa membaca. haha.

Aku tidak mau membahas detil isi novel ini, secara keseluruhan adalah cerita tentang 3 sekawan yang mempunyai kekuatan spesial, menjelajah Bintang bersama pasukan dan negeri Bulan dan Matahari.
Raib, Selly dan Ali, yang merupakan penduduk Bulan, Matahari dan Bumi, yang menjadi sahabat diantara petualangan mereka. Membawa mereka dari bahaya satu ke bahaya yang lainnya. Mengungkap misteri dan permasalahan dunia paralel antara Bumi-Bulan-Matahari-dan Bintang.

Cerita buku ini berkembang dengan santai, dan konflik yang muncul juga bisa terbilang ringan. Keseruan membaca buku ini tidak muncul akibat peran antagonis yang memicu konflik. Tapi, pada buku ini lebih ditekankan mengenai perjuangan dan perjalanan serta proses-proses pengambilan keputusan atas segala kejadian yang ada. Peran antagonis justru disimpan hanya diakhir cerita yang membuat buku ini menjadi buku yang kembali ada sambungannya. Haha. Buku selanjutnya adalah Komet. Entah kapan terbitnya.

So far, cerita dari semua buku serial ini, termasuk Bintang, sangat cocok untuk pembaca yang menyukai cerita fantasi, petualangan, tanpa banyak selingan romansa dan perasaan. Haha. Biar selingan rehat sangat cocok, karena membacanya gak perlu mengerahkan energi banyak untuk berfikir serius. Membaca, dan seketika akan terbawa arus untuk menikmati jalan cerita.

Dalam resensi Goodreads, aku hanya memberi bintang 3 pada buku ini. Karena, meskipun sangat enak untuk dinikmati, tapi rasanya ada yang kurang spesial gitulah. Bagus, dan cukup. Tak banyak detil yang bisa membuat reaksi 'waaah, bagus sekali'. Haha.

Meskipun begitu, buku ini sangat layak untuk dikoleksi, apalagi ditengah serbuat novel teenlit menye-menye yang kadang gemesin, ceritanya berasa kurang berbobot wakaka. Bintang hadir sebagai pilihan novvel berlatar remaja SMA yang memikirkan tentang kemaslahatan ummat manusia. Semoga bisa membuat pembaca terhibur dan merefleksikan diri, apa yang bisa kita bantu untuk menyelesaikan permasalhan manusia(?)

Duile, kenapa jadi serius begitu. Haha. Selamat Membaca!    

You Might Also Like

0 warna seru berkomentar

Flickr Images

Subscribe