Belajar Food Combining sebagai Alternatif Diet

13:07

Berat badanku cenderung stabil, berada dikisaran 46-48 kg. Namun, entah apa yang terjadi, entah karena stress atau sekedar pola makan yang berantakan, tiba-tiba berat badanku beberapa bulan lalu menyentuh angka 56,6 kg. Pemecahan rekor yang sangat fantastis. Belum pernah satu kali pun dalam seumur hidup, mencapai angka 50 kg. Tiba-tiba saja melambung tinggi bagai tertiup angin badai. Haha. Berat badan yang semakin naik, sementara kesehatan yang terasa semakin berkurang. Sering kecapean, sering kumat alergi, sering batuk flu atau sekedar masuk angin. Membuatku berpikir pasti ada yang salah dengan pola hidupku belakangan ini.

Akhirnya tanya sana sini dan mencoba mencari tahu beragam macam diet yang bisa aku jalani. Sampai akhirnya, jatuhlah pada pilihan Food Combining. Seperti diet, tapi berbeda. Food combining tidak bertujuan untuk menurunkan berat badan, tapi untuk memaksimalkan asupan agar dapat terserap dengan optimal. Pencernaan menjadi lancar dan tidak ada asupan yang terbuang sia-sia, atau bahkan malah menjadi sumber penyakit karena kombinasi yang kurang tepat.

Awal bersentuhan dengan food combining adalah ketika aku mengeluh lewat kicauan twitter. Betapa menyiksanya, sementara aku sangat suka makan ikan, tetapi seringkali muncul alergi gatel-gatel sebagai efek sampingan setelah makan ikan. Temanku, Gresa, lantas memention dengan memberikan saran 'Coba food combining deh Nel, mungkin lo bisa makan ikan segentong'. Haha.

Gresa memberikan beberapa rekomendasi buku bacaan mengenai Food Combining (FC). Setelah aku cari-cari dengan pencarian yang kurang niat, buku-buku itu belum juga ditemukan. Jodoh memang tidak terduga, akhirnya saaat aku mampir ke kossan seorang teman, ternyata temanku itu punya salah satu buku Food Combining yang direkomendasikan Gresa. Tanpa babibu lagi, langsung pinjam deh.

Aku membaca buku itu secara perlahan, berharap semakin pelan, semakin paham.

Berikut ini intisari yang aku pahami mengenai Food Combining.

- Food Combining tidak pernah membatasi asupan makanan. tetapi, FC mengatur kombinasi-kombinasi yang paling tepat untuk dimakan. Hal ini mengatur timing dan pemilihan waktu makan saja.
- 4 Prinsip utama yang aku pahami mengenai FC adalah: pertama, selalu sarapan buah. Bangun tidur dimulai dengan air putih dan sedikit campuran lemon. Dilanjutkan makan buah hingga tiba waktu makan siang. Hanya diperbolehkan makan buah jika dalam rentan waktu itu terasa lapar atau kepengen makan. Camil-camil buah, tanpa gula atau pemanis tambahan. Buah yang dimakan adalah buah yang matang, tanpa memar, tanpa jamur. Tidak termasuk buah setengah matang seperti di rujak ya. Serta tanpa sambal rujak atau garam rujak. Hahaha. Hanya buah. Umumnya semua buah diperbolehkan, hanya ada beberapa buah yang tidak bisa masuk hitungan, kalau tidak salah buah yang tidak masuk hitungan adalah Avocado, Nangka, dan Pisang. Buah-buah tersebut kandungannya sudah berbeda dengan buah pada umumnya.

Prinsip kedua dan ketiga bersangkutan dengan kandungan PATI pada makanan. Atau bisa juga kita sederhanakan dengan menyebut karbohidrat.

Makanan yang mengendung PATI tidak boleh dimakan bersamaan dengan Protein Hewani.

PATI + Protein Hewani = NO
PATI + Protein Nabati = Oke
PATI + Sayuran = Oke
Sayuran + Protein Hewani = Oke
Sayuran + Protein Nabati = Oke

Jadi, tidak boleh makan nasi pakai ikan, atau makan nasi pakai ayam atau makan nasi pakai daging.

Sangat dianjurkan untuk makan makanan yang mengandung protein hewani berbarengan dengan sayuran.

Dan sayuran boleh dimakan bersama dengan protein hewani atau protein nabati.

Prinsip keempat, jangan makan berat apapun setelah jam 9 malam.

Sudah itu saja. Anjuran-anjuran kecilnya juga semestinya diperhatikan, seperti makan dan minum dalam kondisi duduk, dikunyah hingga lembut baru ditelan. Semuanya adalah anjuran yang sejalan dengan perintah agama kita. Memang benar ajaran agama pasti sesuai dnegan kebutuhan jasmani dan kesehatan kita.

Katanya, dengan food Combining, badan kita akan lebih optimal dalam penyerapan zat-zat yang masuk. Sehingga dalam badan kita akan mencapai keseimbangan tersendiri. Seirinng dengan itu berat badan pun akan cenderung menyesuaikan dengan keadaan yang paling seimbang dan paling ideal.

Bagi yang ingin membaca buku Food Combining, bisa membaca buku Food Combining karya Ibu Andang Gunawan terbitan Gramedia yang bisa dibeli disini

Selamat mencoba, salam hidup sehat!    

You Might Also Like

0 warna seru berkomentar

Flickr Images

Subscribe