Mencegah Tekanan Darah Rendah

18:35

Terjadinya tekanan darah rendah dipengaruhi 3 hal, yakni stroke volume, heart rate, dan tegangan perifer. Streke volume ialah kekuatan otot jantung untuk menguncup mengeluarkan darah dari rongga otot jantung ke seluruh tubuh. Makin baik otot jantung, maka maikin banyak volume darah yang dipom[akan. Sebaliknya jika fungsi otot jantung kurang baik maka volume darah yang dipompakan sedikit sehingga tekanan daraah menurun.

Sedangkan heart rate ialah berapa kali jantung berdenyut dalam satu menitnya. Makin tinggi heart rate, maka makin tinggi tekanan darah. Kemudian tegangan perifer adalah tegangan kekakuan pembuluh darah. Makin kaku pembuluh darah, maka makin tinggi tekanan darah. Demikian sebaliknya, makin lembek pembuluh darah, maka tekanan darah makin rendah. Bila salah satu atau bahkan ketiganya mengalami gangguan penurunan maka tekanan darah akan turun.

Berdiri terlalu lama saat upacara dan belum sarapan sering membuat saya merasa pusing. Hal ini terjadi karena posisi berdiri menyulitkan darah untuk sampai kepala. Dibutuhkan tekanan yang besar agar darah sampai kepala. Kurangnya darah sampai kepala membuat tekanan darah rendah , pusing, telinga kurang berfungsi dan akhirnya jatuh pingsan. (Saya bersyukur belum pernah mengalami gejala terakhir).

Selain itu, diare, kekurangan cairan, serta pendarahan hebat juga dapat mengakibatkan tekanan darah rendah. Mengalami tekanan darah rendah sangat tidak enak. Pusing, mudah letih, muka pucat, tangan dan kaki dingin. Bagi yang memiliki riwayat tekanan darah rendah harus memerhatikan diri, sebab gangguan ini mudah sekali kambuh. Berikut ini ada 8 cara untuk pencegahan.

  1. Makan bergizi, empat sehat lima sempurna.
  2. Sarapan pagi
  3. Tidur cukup
  4. Konsumsi makanan asin
  5. Minum air putih sekitar 8-10 gelas per hari. Sesekali perlu minum kopi.
  6. Olahraga teratur
  7. Minum vitamin
  8. Makan daging kambing

Selamat mencoba, semoga cepat sembuh karena menderita tekanan darah rendah benar-benar tidak enak. Seperti kata pepatah, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Benar begitu?

Sumber bacaan : Majalah wanita Kartini

NO. 2212 edisi 21 Februari s.d. 6 Maret 2008

You Might Also Like

1 warna seru berkomentar

Flickr Images

Subscribe