Surga Yang Tak Dirindukan (Resensi)

11:50

Beberapa hari lalu, saya baru saja menyelesaikan buku Surga Yang Tak Dirindukan karangan Asma Nadia. Buku yang bagus dengan akhir menyedihkan yang menjengkelkan.

Buku ini menceritakan tentang salah satu pintu surga yang sungguh tidak dirindukan (untuk sebagian besar perempuan). Pintu surga melalui izin poligami. Ha. Sepakat sih, pintu surga banyak, kalo bisa sih lewat pintu yang lain ajalah.

Asma Nadia membawa pembaca dengan cerita dalam cerita. Ada dua cerita yang saling mengisi di buku ini, alurnya maju mundur, bikin penasaran dan pengen cepet-cepet diselesaikan. Terbukti, saya membaca tuntas buku ini kurang dari sehari. Padahal lagi bulan ramadhan. hahaha.

Ceritanya didominasi dengan tensi melow yang rentan bikin nangis. Tapi entah kenapa, saat membaca buku ini tidak sekalipun saya menangis. Yang ada hanya kesal. Rasanya pengen marah aja. Memangnya segitunya kah laki-laki itu bener-bener mudah digoda dengan tampilan fisik? Iyakah semua laki-laki merasakan hal yang serupa?


Udah tau, teorinya laki-laki bakalan lemah sama tampilan fisik menawan, kenapa juga, ibu-ibu itu bukannya ngejaga dirinya sendiri, malah asik dengan kehidupannya, trus lupa merawat diri, jadi gendut lengkap dengan flek hitam. Kesel.


Perselingkuhan itu nyebelin, banget. Ngga menghargai istri. Izinlah dulu ke istrinya kalo mau nikah lagi.  Jadi buat saya, buku ini ngeselin, bukan buku sedih. Hahaha. Tapi worth it buat dibaca.


You Might Also Like

0 warna seru berkomentar

Flickr Images

Subscribe