Saya pertama kali melihat adult coloring books dari sebuah postingan facebook dari kakak kelas saat di SMA, Kak Raneeta namanya. Saat ini beliau tinggal di Batam dan Singapura bersama suami dan anak-anaknya. Kesan pertama adalah takjub, karena objek yang diwarnai begitu komples dan hasilnya menawan dengan segala kerumitannya. ((Entah kenapa segala yang rumit memang selalu memiliki sisi menarik, dilarang baper, hahaha))
Ternyata, beberapa bulan kemudian, adult coloring book ini tersebar dimana-mana. Setiap toko buku mulai memajang buku mewarnai ini di jajaran depan. Bahkan, untuk toko buku online, banyak sekali diskon yang diberikan. Sebut saja Bukabuku.com yang memberikan diskon 20-30% untuk jenis buku ini. Kalau yang tidak buru-buru bisa memesan di bukabuku, tapi kalau yang buru-buru sebaiknya pesan ke gramedia.com (diskonnya 10-15%) atau langsung datang ke toko buku terdekat. XD
Saat ini saya masih proses menunggu buku sampai. Hahaha. Penasaran, pengen coba. Biasanya, saya menggambar sendiri dan malas untuk mewarnai. Gambar yang saya buat pun sangat terpengaruh dari mood dan kondisi. Seringkali tidak selesai, dan mandek ditengah jalan, akhirnya ditinggalkan. Kalau untuk gambar digital saya belum mampu, (anaknya gaptek banget) entah kapan saya terakhir kali menggunakan instrumen dan aplikasi digital untuk menggambar. Mungkin jaman kuliah awal. haha. Sudah nyaris 7-8 tahun lalu, dan dunia sudah berubah. Teknologi sudah semakin canggih, sementara saya belum memperbaharui kemampuan (hammer).
Jadi, apa sih sebenarnya kegunaan kegiatan Mewarnai (pada orang dewasa khususnya)?
Padahal kesannya, Mewarnai adalah kegiatan untuk anak-anak kecil, yang masih pre-school, TK, atau SD. Sejak kita SMP, SMA dan kuliah, mewarnai sudah jarang sekali ditemui. Selain yang memang benar-benar hobi, kuliah jurusan seni, atau tuntutan pekerjaan lainnya.
Setelah saya cari-cari tahu sedikit, ternyata, mewarnai ini adalah bentuk terapi. Salah satu Me Time, hening, dan menenangkan. Kita dituntut untuk fokus tapi disisi lain juga relaxing. Pada anak, Mewarnai melatih kemampuan motorik dan kemampuan konsentrasi. Mungkin, Pada orang dewasa ini tanpa disadari sudah mulai ditinggalkan, terhimpit oleh rutinitas yang menekan psikis dan fisik. Seringkali kita lupa menikmati hidup, menikmati pergerakan.
Kalau menurut Jim Marcotte dalam Quora.com, ada beberapa alasan mengapa Adult Coloring Books menjadi begitu popular :(mohon dimaafkan males nerjemahin.lol)
You do not need to be a skilled artist to create a beautiful design. Here at The Coloring Café™ we have coined the term “guided creativity” to explain it. Because you are not starting from a blank sheet, coloring becomes a calming, non-threatening method of expressing creativity. All you need is a book, some colored pencils or markers, and you are on your way.
It’s simple, basic therapy. Fans of coloring report that it helps quiet the mind and at the same time increases their focus. It’s a great way to disconnect for a bit, to leave the frantic pace of our digital world behind and mindfully create something beautiful. It’s meditation without the mantra or cramped legs.
Coloring is a versatile pastime. It can be a quiet calming moment, perhaps unwinding after the kids are in bed, or it can be a social event complete with wine, snacks and laughter (just don’t spill on your newly created masterpiece!). We have supplied coloring get-togethers, birthday parties and wedding showers with coloring book and pencil kits, and the participants have raved about how much fun it was.
Coloring is portable. You can tuck a book and pencils into a purse, tote or briefcase and use them to pass the time anywhere. Long waits at the doctor’s office, in the car to pick up the kids, passing time in a hospital room—virtually any spot can be a coloring refuge.
Coloring can be social. There are Facebook groups with thousands of members, Pinterest and Instagram pics galore, groups springing up in cities large and small. Even the “anti-social media” social media site Reddit has some coloring subs. You can share your creativity on these sites or just hang out and be inspired by others, because with coloring there are no rules.
Ternyata, beberapa bulan kemudian, adult coloring book ini tersebar dimana-mana. Setiap toko buku mulai memajang buku mewarnai ini di jajaran depan. Bahkan, untuk toko buku online, banyak sekali diskon yang diberikan. Sebut saja Bukabuku.com yang memberikan diskon 20-30% untuk jenis buku ini. Kalau yang tidak buru-buru bisa memesan di bukabuku, tapi kalau yang buru-buru sebaiknya pesan ke gramedia.com (diskonnya 10-15%) atau langsung datang ke toko buku terdekat. XD
Saat ini saya masih proses menunggu buku sampai. Hahaha. Penasaran, pengen coba. Biasanya, saya menggambar sendiri dan malas untuk mewarnai. Gambar yang saya buat pun sangat terpengaruh dari mood dan kondisi. Seringkali tidak selesai, dan mandek ditengah jalan, akhirnya ditinggalkan. Kalau untuk gambar digital saya belum mampu, (anaknya gaptek banget) entah kapan saya terakhir kali menggunakan instrumen dan aplikasi digital untuk menggambar. Mungkin jaman kuliah awal. haha. Sudah nyaris 7-8 tahun lalu, dan dunia sudah berubah. Teknologi sudah semakin canggih, sementara saya belum memperbaharui kemampuan (hammer).
Jadi, apa sih sebenarnya kegunaan kegiatan Mewarnai (pada orang dewasa khususnya)?
Padahal kesannya, Mewarnai adalah kegiatan untuk anak-anak kecil, yang masih pre-school, TK, atau SD. Sejak kita SMP, SMA dan kuliah, mewarnai sudah jarang sekali ditemui. Selain yang memang benar-benar hobi, kuliah jurusan seni, atau tuntutan pekerjaan lainnya.
Setelah saya cari-cari tahu sedikit, ternyata, mewarnai ini adalah bentuk terapi. Salah satu Me Time, hening, dan menenangkan. Kita dituntut untuk fokus tapi disisi lain juga relaxing. Pada anak, Mewarnai melatih kemampuan motorik dan kemampuan konsentrasi. Mungkin, Pada orang dewasa ini tanpa disadari sudah mulai ditinggalkan, terhimpit oleh rutinitas yang menekan psikis dan fisik. Seringkali kita lupa menikmati hidup, menikmati pergerakan.
Kalau menurut Jim Marcotte dalam Quora.com, ada beberapa alasan mengapa Adult Coloring Books menjadi begitu popular :
You do not need to be a skilled artist to create a beautiful design. Here at The Coloring Café™ we have coined the term “guided creativity” to explain it. Because you are not starting from a blank sheet, coloring becomes a calming, non-threatening method of expressing creativity. All you need is a book, some colored pencils or markers, and you are on your way.
It’s simple, basic therapy. Fans of coloring report that it helps quiet the mind and at the same time increases their focus. It’s a great way to disconnect for a bit, to leave the frantic pace of our digital world behind and mindfully create something beautiful. It’s meditation without the mantra or cramped legs.
Coloring is a versatile pastime. It can be a quiet calming moment, perhaps unwinding after the kids are in bed, or it can be a social event complete with wine, snacks and laughter (just don’t spill on your newly created masterpiece!). We have supplied coloring get-togethers, birthday parties and wedding showers with coloring book and pencil kits, and the participants have raved about how much fun it was.
Coloring is portable. You can tuck a book and pencils into a purse, tote or briefcase and use them to pass the time anywhere. Long waits at the doctor’s office, in the car to pick up the kids, passing time in a hospital room—virtually any spot can be a coloring refuge.
Coloring can be social. There are Facebook groups with thousands of members, Pinterest and Instagram pics galore, groups springing up in cities large and small. Even the “anti-social media” social media site Reddit has some coloring subs. You can share your creativity on these sites or just hang out and be inspired by others, because with coloring there are no rules.
Mari Mewarnai, mari menikmati hidup, mari memberi warna pada hidup! uyeay!
:D
SH, 17/11/15
Sudah.
sudah 24 tahun 24 hari berlalu.
sudah berapa banyak dosa, Nel?
sudah berapa banyak lalai, Nel?
sudahkah berbuat apa saja, Nel?
sudahkah bermanfaat, Nel?
sudahkah membahagiakan, Nel?
Hidup tak hanya tentang dirimu,
hidup hanya tentang membahagia(kan) dalam ridhoNya.
Semoga selalu tergolong pada kebaikan barokahNya
Semoga dimatikan dalam akhir yang baik.
sudah 24 tahun 24 hari berlalu.
sudah berapa banyak dosa, Nel?
sudah berapa banyak lalai, Nel?
sudahkah berbuat apa saja, Nel?
sudahkah bermanfaat, Nel?
sudahkah membahagiakan, Nel?
Hidup tak hanya tentang dirimu,
hidup hanya tentang membahagia(kan) dalam ridhoNya.
Semoga selalu tergolong pada kebaikan barokahNya
Semoga dimatikan dalam akhir yang baik.
'Ngapain gw jualin Melangit, kan sama aja gw ngebesarin nama Melangit.'
yah. Begitulah ujar salah satu calon reseller gw.
~
Tetiba gw terbayang keudulan gw bebeapa tahun lalu.
Pikiran paling picik, paling udul dari Nela Indah. Gw juga gk ngerti setan macem apa yang tengah berbisik. Tega teganya gw sempet terlintas pikiran ini.
'Ngapain sih, gw ngikutin apa yang dibilang mba X, gw yang ngelakuin, kenapa doi dapet pahala juga'
hihi.
begitulah gw, ketika baru tahu dulu.
Lucu banget kalo diinget lagi sekarang. Toh juga gak ada yang rugi. Toh juga sama sama untung. Toh juga sama sama pingin masuk surga. :D
Jadi makelar pahala. ♥
*nahnu du'at qobla kulli sa i*
wallahu 'alam.
#nelaudul
yah. Begitulah ujar salah satu calon reseller gw.
~
Tetiba gw terbayang keudulan gw bebeapa tahun lalu.
Pikiran paling picik, paling udul dari Nela Indah. Gw juga gk ngerti setan macem apa yang tengah berbisik. Tega teganya gw sempet terlintas pikiran ini.
'Ngapain sih, gw ngikutin apa yang dibilang mba X, gw yang ngelakuin, kenapa doi dapet pahala juga'
hihi.
begitulah gw, ketika baru tahu dulu.
Lucu banget kalo diinget lagi sekarang. Toh juga gak ada yang rugi. Toh juga sama sama untung. Toh juga sama sama pingin masuk surga. :D
Jadi makelar pahala. ♥
*nahnu du'at qobla kulli sa i*
wallahu 'alam.
#nelaudul
Sudah bertahun bahkan puluh
tahun lamanya membagikan puncak kebahagiaan di sini. Hapal setiap jengkal
lemari di dalam ruangan kecil itu. Mengelap, melipat dan memilih, untuk membaginya pada setiap
yang muncul dibalik kaca buram. Senyum di wajahnya tak pernah hilang dimakan
zaman, bahkan berkurang pun tidak. Kian
bertambah saat melihat wajah sumringah dibalik kaca. Wajah bahagia setelah tahun
demi tahun menantikan bisa berdiri di depan kaca yang memburam itu. Loket 2 Rektorat
IPB, Pengambilan Toga.
SUNIE, my lovely sunflower, my lovely sunny.
Pada awal bulan Maret
2012, saya menanam benih bunga matahari.
Yap, saya memang suka banget sama bunga ini. Keliatan sangat ceria dan
menggemaskan. Terlihat angkuh, tinggi menjulang, tapi tetap tunduk pada aturan
alam, menghadap kemana matahari berada.
Ini lho tampak bungkus
benihnya,
-bisa dibeli di toko
benih, saya membelinya di toko benih *** yang persis di depan Plaza Jembatan
Merah Bogor-
Biji kuaci yang jadi
benih berukuran mini alias lebih kecil dari kuaci yang biasa saya makan.
Setelah dikeluarkan dari bungkus, biji-biji kuaci benih ini direndam dalam air
selama sekitar 2 jam. Langkah selanjutnya adalah ditanam bersamaan dalam satu
wadah. Biarkan tumbuh sampai sekitar 10 cm – 15 cm, baru kemudian dipisahkan
kembali di pot berbeda atau pada
jarak-jarak sekitar 1 meter di tanah. J
Oiya, jangan lupa
dikasih pupuk yaaa, paling gampang sih, pake pupuk yang berasal dari sampah
rumah yang sudah jadi kompos. J
Pernah denger istilah 'cacing kepanasan'?
Menurut KBBI offine yang ada di leptop gw, cacing kepanasan itu artinya 'tidak tenang, mudah gelisah' a.k.a kaga bisa diem. Kalo bahasa parungbingungnya mirip-mirip 'pecicilan' gitu deh. (beda juga sih ya) huahahaha.. :D
Nah, tadi siang, saat terik mentari berada pada titik paling sadis (baca tengah hari), gw baru aja ngejemurin cucian. Lantai tempat ngejemur di belakang rumah yang udah di beton bikin telapak kaki jadi panas-panas anget gemanaa gt. Apalagi gw kaga pake sandal.
Berhubung mesin pengering di mesin cuci rumah gw udah ga berfungsi, jadilah tiap mau ngejemur harus diperes-peres dulu biar airnya agak kering. Asoy bgt deh rasanya. meres pakaian, basahin lantai yang udah hampir retak-retak gegara kepanasan, telapak kaki berasa 'nyoooosssss'..
dan,
gajauh dari situ, ada si kecil yang menarik perhatian gw.
Yap!
Ada cacing kepanasan!!
-entah bagaimana caranya doi bisa nyasar kesitu-
Gerakannya atraktif bangeeett. super dahsyat.
Cacing warna merah itu kecil, ngga lebih besar dari kelingking gw. Tapi menggeliat-geliat beneran ngga bisa diam. Terkadang diam sesaat, tapi lo pasti terkejut liat apa yang terjadi berikutnya. Si kecil itu melakukan gerakan memutar 360 derajat!! dengan diameter yang cukup lebaar. Apalagi kalo dibandingin sama panjang tubuhnya.
'Come ooonn little broo.. air sudah dekaaatt...' (sambil ngelirik ceceran air cucian gw)
hati gw udah teriak-teriak, kasih semangat bwt si kecil.
aak, si kecil itu aja mau segitunya muter-muter badan, padahal dia juga kaga tau tujuannya (air) ada disebelah mana yang paling deket. Tapi si kecil ngga mau nyerah gitu aja. Karena diam berarti ya pasti lemes, kepanggang sang mentari. Mati adalah hal yang lebih pasti.
Ah, kamu, kecil sih, tapi sepertinya gw lebih kecil deh.
Depok, -siang super terik- 22 Maret 2012.
Menurut KBBI offine yang ada di leptop gw, cacing kepanasan itu artinya 'tidak tenang, mudah gelisah' a.k.a kaga bisa diem. Kalo bahasa parungbingungnya mirip-mirip 'pecicilan' gitu deh. (beda juga sih ya) huahahaha.. :D
Nah, tadi siang, saat terik mentari berada pada titik paling sadis (baca tengah hari), gw baru aja ngejemurin cucian. Lantai tempat ngejemur di belakang rumah yang udah di beton bikin telapak kaki jadi panas-panas anget gemanaa gt. Apalagi gw kaga pake sandal.
Berhubung mesin pengering di mesin cuci rumah gw udah ga berfungsi, jadilah tiap mau ngejemur harus diperes-peres dulu biar airnya agak kering. Asoy bgt deh rasanya. meres pakaian, basahin lantai yang udah hampir retak-retak gegara kepanasan, telapak kaki berasa 'nyoooosssss'..
dan,
gajauh dari situ, ada si kecil yang menarik perhatian gw.
Yap!
Ada cacing kepanasan!!
-entah bagaimana caranya doi bisa nyasar kesitu-
Gerakannya atraktif bangeeett. super dahsyat.
Cacing warna merah itu kecil, ngga lebih besar dari kelingking gw. Tapi menggeliat-geliat beneran ngga bisa diam. Terkadang diam sesaat, tapi lo pasti terkejut liat apa yang terjadi berikutnya. Si kecil itu melakukan gerakan memutar 360 derajat!! dengan diameter yang cukup lebaar. Apalagi kalo dibandingin sama panjang tubuhnya.
'Come ooonn little broo.. air sudah dekaaatt...' (sambil ngelirik ceceran air cucian gw)
hati gw udah teriak-teriak, kasih semangat bwt si kecil.
aak, si kecil itu aja mau segitunya muter-muter badan, padahal dia juga kaga tau tujuannya (air) ada disebelah mana yang paling deket. Tapi si kecil ngga mau nyerah gitu aja. Karena diam berarti ya pasti lemes, kepanggang sang mentari. Mati adalah hal yang lebih pasti.
Ah, kamu, kecil sih, tapi sepertinya gw lebih kecil deh.
Depok, -siang super terik- 22 Maret 2012.
Minggu, 26 Februari kemarin saya ke Margo. Berhubung saya dateng terlalu cepet, akhirnya saya mondar-mandir di Giant dan lantai paling dasar dari Margo. Mulai dari peralatan tulis, rumah tangga, sayur-sayuran, survey (calon) kado, sampe akhirnya saya nemu tisuu bermuka tweety. Aaaak, unyu bgt.
Setelah muter-muter di Giant, saya ke toilet yang ada di deket situ.
Masih sepi. Mungkin karena baru jam 11-an kali ya. Masih agak pagi untuk ukuran pusat perbelanjaan.
Toiletnya sangat bersih.
Wangi.
Ada mbak-mbak berbaju abu-abu, mari sebut saja mbak Mawar.
Rasanya saya gatel, pengen nanya ke mbak Mawar.
G : Mba, kalo kerja disini tuh dari jam berapa sih mba?
M: Hmmm, dari jam 6, bahkan jam 5 saya udah harus disini..
G: WOOWW.. pagi banget mba,, ngapain aja tuh?
M: Beres-beres toilet wanita, ngerapiin koridor depan, sekalian toilet pria-nya juga.
G: Wow, emangnya ngga ada petugas pria ya mba?
M: Ada, kalo sekarang sih ada, tapi kalo pagi, kita yang beresin sekalian..
G: Hoo,koq gitu ya mba.. trus kerjanya sampe jam berapa mba?
M: Sampe jam 2, nanti ada yang gantiin. Dia dari jam 2 sampe jam 10 malem..
G: Woooww.. terus mba disini aja (nunjuk lantai)?
M: Iya, saya disini aja. Rapi-rapi. cuma dapet tugas di toilet ini. Paling cuma koridor depan, itu juga yang deket toilet. Kalo yang daerah lain, beda lagi petugasnya..
G: Hoo, gitu yaa, saya baru tau mba, semangat yaa mba, makasiih yaa.. saya pergi dulu.. (senyum paling sumringah)
M: Iya kaka.. sama-sama.. (senyum super manis)
G: (entah kenapa gw seneng dipanggil kaka sama mba Mawar, tulus bgt ngucapinnya, senyummnya juga bener2 dari hati..)
***
Obrolan saat itu sempet membuat otak saya menari-nari. Kalau dari jam 5 pagi sudah ada di toilet, sampai jam 2 siang baru selesai, berarti mba Mawar berada di toilet hampir 9 jam setiap harinya!! Itu SUPER BANGEEET...
Pantesan aja, terkadang mba-mba penjaga toilet tuh rada jutek. Bawaannya kyanya keseeell mulu. Apalagi kalo kite ketauan wudhu di westafel.. huwehehe.. Jangankan wudhu, berceceran dikit aja, mmm.... tau sendiri laah.. :)
Saya pernah nemu mba-mba toilet yang kesel banget gara-gara -ketidaktahuan- pengguna toiletnya. Jadi Toilet itu adalah toilet duduk, yang agak sedikit ribet. Beberapa kali pengguna toilet 'salah pencet', sehingga airnya malah muncrat ke pintu toilet yang akhirnya mengotori lantai. Seharusnya itu adalah toilet kering. Hehehe.. Sayangnya saya lupa, itu toilet dimana.. huehehe.. Baiknya kalo toilet agak 'canggih' gitu, disertai tata cara penggunaannya kali yaa, di tiap dindingnya.. :)
Jadi ngga 'nyusahin' petugas kebersihannya... hehe
Rekor terpagi saya masuk toilet pusat perbelanjaan sekitar jam 7 pagi, di toilet fX Sudirman. Saat itu memang saya sedang mengikuti kegiatan disana yang mengharuskan saya datang agak cukup sangat pagi ke sebuah pusat perbelanjaan. :) [seperti formalitas aja sih kyanya, masuk toilet, cek make up (gaya bet, kaya pake aja), cek jilbab doang padaha hehe =D] Dan, toilet dipagi hari itu SUPER ASIK! huehehe.. soalnya masih bersiiihhh bangeeeett.. hahaha. : D
Pasca bicang-bincang singkat dengan mba Mawar saya jadi sedikit banyak berpikir. Bahkan, banyak orang yang sejak pagi buta sudah berada di toilet, demi menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Sekedar untuk menyambung hidup dan mencari rejeki, gueeee udah ngapain jam segituuu? yang ada juga masih di dalem kamar, masih di dalem rumah. Sementara orang lain demikian dahsyat berjuang. :)
Ah, mba Mawar, membuat saya sangat malu menjadi seorang pengangguran.
Peluk mba Mawar aaahh... >,<
*Catatan: Mawar bukan nama sebenarnya.
Setelah muter-muter di Giant, saya ke toilet yang ada di deket situ.
Masih sepi. Mungkin karena baru jam 11-an kali ya. Masih agak pagi untuk ukuran pusat perbelanjaan.
Toiletnya sangat bersih.
Wangi.
Ada mbak-mbak berbaju abu-abu, mari sebut saja mbak Mawar.
Rasanya saya gatel, pengen nanya ke mbak Mawar.
G : Mba, kalo kerja disini tuh dari jam berapa sih mba?
M: Hmmm, dari jam 6, bahkan jam 5 saya udah harus disini..
G: WOOWW.. pagi banget mba,, ngapain aja tuh?
M: Beres-beres toilet wanita, ngerapiin koridor depan, sekalian toilet pria-nya juga.
G: Wow, emangnya ngga ada petugas pria ya mba?
M: Ada, kalo sekarang sih ada, tapi kalo pagi, kita yang beresin sekalian..
G: Hoo,koq gitu ya mba.. trus kerjanya sampe jam berapa mba?
M: Sampe jam 2, nanti ada yang gantiin. Dia dari jam 2 sampe jam 10 malem..
G: Woooww.. terus mba disini aja (nunjuk lantai)?
M: Iya, saya disini aja. Rapi-rapi. cuma dapet tugas di toilet ini. Paling cuma koridor depan, itu juga yang deket toilet. Kalo yang daerah lain, beda lagi petugasnya..
G: Hoo, gitu yaa, saya baru tau mba, semangat yaa mba, makasiih yaa.. saya pergi dulu.. (senyum paling sumringah)
M: Iya kaka.. sama-sama.. (senyum super manis)
G: (entah kenapa gw seneng dipanggil kaka sama mba Mawar, tulus bgt ngucapinnya, senyummnya juga bener2 dari hati..)
***
Obrolan saat itu sempet membuat otak saya menari-nari. Kalau dari jam 5 pagi sudah ada di toilet, sampai jam 2 siang baru selesai, berarti mba Mawar berada di toilet hampir 9 jam setiap harinya!! Itu SUPER BANGEEET...
Pantesan aja, terkadang mba-mba penjaga toilet tuh rada jutek. Bawaannya kyanya keseeell mulu. Apalagi kalo kite ketauan wudhu di westafel.. huwehehe.. Jangankan wudhu, berceceran dikit aja, mmm.... tau sendiri laah.. :)
Saya pernah nemu mba-mba toilet yang kesel banget gara-gara -ketidaktahuan- pengguna toiletnya. Jadi Toilet itu adalah toilet duduk, yang agak sedikit ribet. Beberapa kali pengguna toilet 'salah pencet', sehingga airnya malah muncrat ke pintu toilet yang akhirnya mengotori lantai. Seharusnya itu adalah toilet kering. Hehehe.. Sayangnya saya lupa, itu toilet dimana.. huehehe.. Baiknya kalo toilet agak 'canggih' gitu, disertai tata cara penggunaannya kali yaa, di tiap dindingnya.. :)
Jadi ngga 'nyusahin' petugas kebersihannya... hehe
Rekor terpagi saya masuk toilet pusat perbelanjaan sekitar jam 7 pagi, di toilet fX Sudirman. Saat itu memang saya sedang mengikuti kegiatan disana yang mengharuskan saya datang agak cukup sangat pagi ke sebuah pusat perbelanjaan. :) [seperti formalitas aja sih kyanya, masuk toilet, cek make up (gaya bet, kaya pake aja), cek jilbab doang padaha hehe =D] Dan, toilet dipagi hari itu SUPER ASIK! huehehe.. soalnya masih bersiiihhh bangeeeett.. hahaha. : D
Pasca bicang-bincang singkat dengan mba Mawar saya jadi sedikit banyak berpikir. Bahkan, banyak orang yang sejak pagi buta sudah berada di toilet, demi menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Sekedar untuk menyambung hidup dan mencari rejeki, gueeee udah ngapain jam segituuu? yang ada juga masih di dalem kamar, masih di dalem rumah. Sementara orang lain demikian dahsyat berjuang. :)
Ah, mba Mawar, membuat saya sangat malu menjadi seorang pengangguran.
Peluk mba Mawar aaahh... >,<
*Catatan: Mawar bukan nama sebenarnya.
Setiap langkah, adalah titik kecil yang akan membuat garis agar kita sampai tujuan.
Tak kan pernah ada kesalahan,
selagi kita masih bisa memetik pelajaran.
Semoga esok senantiasa lebih baik.
*kejadian yang lalu adalah pelajaran hari ini, dan
mimpi hari ini adalah kenyataan esok*
-Rangkapan Jaya Baru, Februari 2012-
Tak kan pernah ada kesalahan,
selagi kita masih bisa memetik pelajaran.
Semoga esok senantiasa lebih baik.
*kejadian yang lalu adalah pelajaran hari ini, dan
mimpi hari ini adalah kenyataan esok*
-Rangkapan Jaya Baru, Februari 2012-
I am back!
yeay. Akhirnya gw latihan (thifan) lagi.
Hari ini menyenangkan syekali.. disambut super baik oleh mba-mba pelatih.. :)
Bahkan mba-mba itu menawarkan diri untuk menyanyikan lagu izzis sebagai sambutan.. *terharu*
tapi ada hal yang koplak abis, sesaat sebelum pulang.
-di deket tangga rektorat ui-
ada Ahdar, cowo 1 tahun yg lagi maen2 sama bundanya di tengah kegelapan magrib rektorat tanpa lampu. :)
-dan gw otomatis menggoda si ahdar doongs..-
-mencoba menarik perhatian, petak umpet sebentar, pura2 nyulik bundanya, *dan gw ngga nyubit loh!*-
sampe gw nanya,
Gw : Ahdar lagi nunggu ayah latihan yaaa?
--pertanyaan agak basi yang sebenernya gw udah tau jawabannya. ya iyalah neell. ngapain juga tuh bocah di rektorat jam segitu--
Bunda : Ayahnya kan libur cuma sabtu-minggu, Ahdar tuh maunya sama ayahnya terus. Jadi Ahdar ikut nemenin ayah latihan deeehh.
Gw : hoooo..
Bunda : Mba suaminya latihan jugaa yaa? -sambil nunjuk kawanan latian ikhwan-
*seketika rahang bawah gw ketarik gravitasi, lupa kalo ternyata masih nyangkut dipangkalnya. Tapi Alhamdulillah 2 detik kemudian balik lagi jadi normal*
WHAT?
oke mba, gw emang lagi pake daster item (baca: gamis biru super gelap), yang kata adek gw, udah kya baju orang hamil. -itu juga baju nyokap gw sebenernya- || terdenger jeritan dalam hati gw meraung-raung.
Gw : hah? nggaaa mbaa.. nikah aja belom. aku belom juga wisuda mbaa..
*sambil miris2 ketawa*
dan obrolan tentang wisuda pun mengalir deras tanpa dibendung.
***
padahal gw mulai seneng pake gamis loh. Sampe pas ashar ketemu Anik di MUI, dia shock bgt liat penampilan gw hari ini.
anik : "koq sekarang jadi wanita ka??"
gw : "haah? lo pikir gw dari kemaren apaan? hahahaa.."
anik : "ini beda bangeet sama ka nela yang dulu, kalo orang gatau ka nela yang dulu sih pasti biasa aja liatnya.. tapi kalo aku jadi kaget banget. Masa iya kanela pake gamis? trus pake pantopel ber-hak lagi.."
-itu wedges aniiikk- :)
dan, obrolan pengobat rindu itu pun tak bisa dibendung lagi..
flashback pindang, aisec yg kaga jadi, ngomongin si jawir-ase- personel tim pindang yang paling aneh, si nda yang makin kurus, hana..
--kangen tim pindang-- huehehe : D
***
Okey fine. tulisan gw belum menyinggung sama sekali judul postingan ini. Sabar.
Kali ini sepertinya membuat gw yakin akan sepenuhnya beralih dari jalan aikido-ka. :)
Aikido itu keren banget. Gerakannya simpel, tapi tepat sasaran.
Mudah, dan aplikatif banget.
Tapiiiiiii, ada permasalahan krusial dalam latihan aikido.
Di dojo tempat gw latihan, 90% anggotanya adalah PRIA!
saat latihan cewe sendirian itu sudah biasa.. (dulu)
Dulu sih ada Dita, tapi setelah cedera, dita ga dibolehin lagi latihan aikido.
Ada juga mba rina, tapi setelah pindah kota, mba rina udah ga latihan lagi. Begitu juga nasibnya mba-mba yang lain.
Awalnya sih risih, tapi trus jadi biasa latihan bareng cowo.
Setelah dipikir-pikir lagi, Apa banget gw,,
Berani ngunci2 sendi bareng cowo?
Ngebanting dan dibanting cowo.
and..
silakan liat video aikido di youtube aja deh, kalo mau tau aikido tuh ngapain ajanya..
Gw bakal belajar Aikido kalo senpai, senseinya cewe deh. :)
Sekarang sih, Sayonara Aikido.
Gw mau fokus di Thifan Pokhan Puteri Gading.
Semoga gw bisa istiqomah :)
-Depok, Februari 2012-
yeay. Akhirnya gw latihan (thifan) lagi.
Hari ini menyenangkan syekali.. disambut super baik oleh mba-mba pelatih.. :)
Bahkan mba-mba itu menawarkan diri untuk menyanyikan lagu izzis sebagai sambutan.. *terharu*
tapi ada hal yang koplak abis, sesaat sebelum pulang.
-di deket tangga rektorat ui-
ada Ahdar, cowo 1 tahun yg lagi maen2 sama bundanya di tengah kegelapan magrib rektorat tanpa lampu. :)
-dan gw otomatis menggoda si ahdar doongs..-
-mencoba menarik perhatian, petak umpet sebentar, pura2 nyulik bundanya, *dan gw ngga nyubit loh!*-
sampe gw nanya,
Gw : Ahdar lagi nunggu ayah latihan yaaa?
--pertanyaan agak basi yang sebenernya gw udah tau jawabannya. ya iyalah neell. ngapain juga tuh bocah di rektorat jam segitu--
Bunda : Ayahnya kan libur cuma sabtu-minggu, Ahdar tuh maunya sama ayahnya terus. Jadi Ahdar ikut nemenin ayah latihan deeehh.
Gw : hoooo..
Bunda : Mba suaminya latihan jugaa yaa? -sambil nunjuk kawanan latian ikhwan-
*seketika rahang bawah gw ketarik gravitasi, lupa kalo ternyata masih nyangkut dipangkalnya. Tapi Alhamdulillah 2 detik kemudian balik lagi jadi normal*
WHAT?
oke mba, gw emang lagi pake daster item (baca: gamis biru super gelap), yang kata adek gw, udah kya baju orang hamil. -itu juga baju nyokap gw sebenernya- || terdenger jeritan dalam hati gw meraung-raung.
Gw : hah? nggaaa mbaa.. nikah aja belom. aku belom juga wisuda mbaa..
*sambil miris2 ketawa*
dan obrolan tentang wisuda pun mengalir deras tanpa dibendung.
***
padahal gw mulai seneng pake gamis loh. Sampe pas ashar ketemu Anik di MUI, dia shock bgt liat penampilan gw hari ini.
anik : "koq sekarang jadi wanita ka??"
gw : "haah? lo pikir gw dari kemaren apaan? hahahaa.."
anik : "ini beda bangeet sama ka nela yang dulu, kalo orang gatau ka nela yang dulu sih pasti biasa aja liatnya.. tapi kalo aku jadi kaget banget. Masa iya kanela pake gamis? trus pake pantopel ber-hak lagi.."
-itu wedges aniiikk- :)
dan, obrolan pengobat rindu itu pun tak bisa dibendung lagi..
flashback pindang, aisec yg kaga jadi, ngomongin si jawir-ase- personel tim pindang yang paling aneh, si nda yang makin kurus, hana..
--kangen tim pindang-- huehehe : D
***
Okey fine. tulisan gw belum menyinggung sama sekali judul postingan ini. Sabar.
Kali ini sepertinya membuat gw yakin akan sepenuhnya beralih dari jalan aikido-ka. :)
Aikido itu keren banget. Gerakannya simpel, tapi tepat sasaran.
Mudah, dan aplikatif banget.
Tapiiiiiii, ada permasalahan krusial dalam latihan aikido.
Di dojo tempat gw latihan, 90% anggotanya adalah PRIA!
saat latihan cewe sendirian itu sudah biasa.. (dulu)
Dulu sih ada Dita, tapi setelah cedera, dita ga dibolehin lagi latihan aikido.
Ada juga mba rina, tapi setelah pindah kota, mba rina udah ga latihan lagi. Begitu juga nasibnya mba-mba yang lain.
Awalnya sih risih, tapi trus jadi biasa latihan bareng cowo.
Setelah dipikir-pikir lagi, Apa banget gw,,
Berani ngunci2 sendi bareng cowo?
Ngebanting dan dibanting cowo.
and..
silakan liat video aikido di youtube aja deh, kalo mau tau aikido tuh ngapain ajanya..
Gw bakal belajar Aikido kalo senpai, senseinya cewe deh. :)
Sekarang sih, Sayonara Aikido.
Gw mau fokus di Thifan Pokhan Puteri Gading.
Semoga gw bisa istiqomah :)
-Depok, Februari 2012-
hujan dan Bogor
seperti kamu dalam pikiranku
sebentar hilang, lalu datang lagi.
Bogor, Februari 2012
***
semoga, dengan hujan mendorong deretan doa itu segera berubah menjadi nyata..
:)
seperti kamu dalam pikiranku
sebentar hilang, lalu datang lagi.
Bogor, Februari 2012
***
semoga, dengan hujan mendorong deretan doa itu segera berubah menjadi nyata..
:)
Ehehe. Itulah yang sering kali saya rasakan tiap ke toko buku tanpa persiapan
uang yang memadai.
Liat buku ini, buku itu, kepengen beli.Liat cover-nya, langsung suka. Baca ringkasan sekilas dibelakangnya, makin penasaran.
Liat harganya, makin gemes.
Gramedia, Kharisma, Gunung Agung dan TM book store adalah deretan toko
buku yang mewarnai hari-hari. Ada juga iltizam, al-amin, dan bursa darmaga untuk
sesekali.
Pernah suatu ketika, saya membawa uang yang agak berlebih, uang tabungan
sebenarnya. Dan eng ing engg.. sendirian, saya menghabiskan ratusan ribu
rupiah!! Rekor banget buat saya. Seneng banget, tapi begitu sadar langsung ada
perbincangan dan pergulatan dalam benak :
X : ‘Oh man, ga salah nih? Ngga papa
nih gw beli buku segini banyak? //
X’ :gapapa kali, yang lo beli tuh buku, ilmu. pengetahuan. investasi coy..
//
X :yakin nih, ga ada kebutuhan yang lebih
penting dari buku-buku ini? Iya gitu semuanya bakal lo baca? trus lo amal-in? palingan
cuma numpuk doang di rak buku lo.. //
X’ :Ya gapapa lah, dari pada duitnya lo pake bwt shopping gajelas.
Paling cuma baju, sepatu, makan, jajan sana sini, abis deh. Buku kan awet sampe
kapanpun. Bisa aja lo bacanya nanti-nanti. Sukursukur sih cepet-cepet diamalin.
:p
Dan batin pun mulai lega. Mencoba menerima dengan ikhlas segepok buku baru
itu.
Saya sangat menantikan,saat-saat bisa ke toko buku tanpa perasaan #TersiksaDiTokoBuku.
Bisa membeli semua buku yang dipengen-in. hemm,, semoga bisa terlaksana dalam
waktu dekat. Amiin ya Allah. (bantu doa ya readers..)
Bahkan, saya jadi kepikiran, kalau punya keluarga nanti, atleast, dalam
satu hari tiap bulannya, saya pengen, bisa ke toko buku bareng-bareng, dan
setiap anggota keluarga ‘berhak’ mengambil ‘buku apapun’ ‘berapapun judulnya’.
All you can read honey.. J hyah. Isn’t
beauty life? -- mudah-mudahan bisa diterapkan secepatnya, entah itu dimulai untuk diri sendiri. Semoga nantinya suamiku setuju, mudah-mudahan diberi rezeki untuk melakukan rencana bombastis
ini. Ehehe.. --
cinta itu indah, sampai Anda berpikir tentang KPR dan cicilan rumah. (mario teguh)
***
dudul emang. Tapi bener deh kayanya.
Saya sudah agak bosen nih di kampus.
Pengen cepet-cepet memasuki dunia kerja. Dunia sibuk. Biar bisa ngelupain hal remeh temeh yang belakangan ini sering banget nemplok di kepala.
Yah, selain itu juga biar pundi-pundi emas semakin terlihat. Atau pundi mas-mas? *eh*
Belakangan ini saya memperhatikan timbul trend mode baru dikalangan abege. Rambut panjang di gerai, baju tanpa lengan atau malah gedombrongan, wedges/high heels, dan hotpants.
Ajegile, saya sebagai wanita aja liatnya pegimana gituh.
Sebenernya saya ga sepenuhnya paham, apa sih sebenarnya 'motif' mereka. Ngikutin tren? menarik perhatian? atau sekedar pamer badan?
helllloooooww..
*pikiran dalam otak saya langsung menari-nari*
yang perempuan bukan cuma lo doang. yang cantik juga bukan lo doang.
kya orang lain ga punya aja.
terkadang, jujur, masih terlintas 'heemm, keluar gini aja gimana?'
*sambil nyengir tepok jidat*
Tapi,
bukankah menutup aurat itu justru meningkatkan kehormatan wanita?
Dalam analogi bahan pangan,
Packaging bahan pangan yang baik dan steril tentunya akan meningkatkan kualitas dan menjaga bahan pangan tersebut dari segala macam kontaminasi.
Bahan pangan yang tidak dikemas dengan baik tentu akan sangat rentan terkontam.
Nah, tugas kita-lah untuk menjaga dan memilih makanan (bahan pangan) yang baik, aman bagi kesehatan, halalan thoyiban deh.. Safe your food for better life.
Pada dasarnya setiap wanita itu cantik koq,
miris banget kalo dibilang cantik hanya karena hotpants.
ehehe :) *kedikedip*
Kamis, 26 Mei 2011, saya menerima paket yang berisi :

Mug dengan warna marun-putih dengan tulisan dan foto kami berdua
"Jika cinta adalah alasan shahih untuk menolak, maka sahabat adalah alasan yang pantas untuk berbagi"
thx honn..

Muflihati - Nela Indah Ermawati
*Lili-Lala.ahey, sikembar dari PSP*
kaga mirip-mirip amat padahal mah. tapi, sejak masuk ke department PSP, fakultas perikanan dan ilmu kelautan, kami berdua seringkali dikira kembar. Mungkin karena ukuran tubuh yang mirip, gaya berpakaian yang mirip, sering jalan bareng. Ngga mesti berdua sih, biasanya kami ber-schooling (istilah bergerombol untuk ikan) dengan teman-teman SD Melati. Bahkan, ada beberapa orang yang sudah kenal selama 2-3 tahun masih sering tertukar antara Nela dan Lili. Ahaha..
SD Melati merupakan SD untuk beberapa angkatan yang ada di departemen PSP. Terdiri dari mahasiswa-mahasiswa PSP lintas generasi, angkatan 44, 45, 46, yang bertampang imut mungil menggemaskan. hahah. :D
Foto (kembar) kami,

Boi
Begitulah namanya. Kucing kampung yang diperlihara oleh Laya, temen kossan gw. Kucing dengan corak abu-abu dekil. Ehehe. maap boi.
Penampilan luar gajauh beda deh sama si bubu. Bedanya, boi punya ekor yang lebat menggemaskan, selain itu di ujung keempat kakinya corak abu-abu menghilang digantikan dengan bulu putih bagaikan kaos kaki alami.
Ihiiiyyy... imuut kaaaann...
Se-imut-imutnyasi boi, prilakunya bener-bener deh, bikin geleng-geleng kepala.
Boi dikasi makan Whiskas junior sama laya. Tapi kyanya doi ga cocok, alhasil boi sering banget menci-menci. Dan, parahnya lagi boi belum ngerti dimana harus pup, dimana boleh tiduran gegoleran. -___-
Jadi deh, satu kossan heboh gara-gara si boi.
hey kucing, maafin aku..
kali ini ga ngizinin kamarku jadi arena bermainmu yaa.. =D
secuil sejarah nama gue. :D
Dimulai dari nama belakang aja kali ya.. ermawati itu marga anak-anaknya nyak-babeh gue. Akronim nama nyak-babeh dijadiin satu. :D hehe. ER inisial nama babeh, dan nama nyak gue Rosmawati, jadi deh ermawati. :)
Awal mulanya, nama gue nila. Nyak-babeh suka sama warna nila kyanya. hhe.. Maksud hati mereka punya anak namanya nila indah, kelak tuh anak nilai-nya bagus2.. prilaku terpuji, cantik, indah dilihat *halah* , punya nilai indah deh. Tapi kemudian, teringat pepatah lama yang mengatakan 'karena nila setitik, rusak susu sebelanga'. Pada pepatah tersebut, nila diartikan sebagai noda, dan sesuatu yg merusak. Akhirnya diganti Nella.
Kata nella sendiri sampe sekarang gue belum tau apa artinya. Yang jelas, Nyak gue bilang asal kata nella itu Naila. Naila dalam bahasa Arab artinya sumber, sedangkan indah, berasal dari kata 'indahu (pake huruf 'ain) artinya kepunyaanNya. Berhubung naila agak2 ribet, nyak-babeh memutuskan penulisannya jadi Nella. Jadi, nama gue artinya adalah "sumber dan kepunyaan Allah". Bukan punya Nyak-babeh gue, bukan punya suami gue (kelak), tapi punya Allah. Toh, semua akan kembali padaNya.
Nah,
Kenapa sekarang nama gw jadi nela?
Gue baru tau cerita ini sehari yang lalu. Gue pikir, emang mereka bener-bener niat ngasih nama anaknya "nela" with single 'L'. Pas nonton tivi, ada penyiar yang namanya nella, nyak gue komentar 'Seharusnya kan nama indah juga nella, huruf L-nya ada dua' [sekedar info: gue dirumah dipanggil indah :) ]
Nah, gue bingung.. padahal selama iniii.. gue selalu kesel banget saat orang lain yang salah tulis nama gue dan pake double L. Ini ga satu atau dua kali, seringkali nama gue ditulis Nella Indah, bukan Nela Indah. Aih,, ternyata emang harusnya gitu yaa...
trus, refleks gue pas denger si nyak komentar gitu 'Hah? maksudnya? koq bisa mah?'
'iyaa.. petugas akte-nya salah ketik' penjelasan mamah santai banget.
ommmaiiigaatt...
jadi nama gue berubah seumur hidup cuma gara-gara salah ketik pas bikin akte??
*cadas* #geleng-geleng kepala
So, Nella Indah Ermawati atau Nela Indah Ermawati
sekarang, dua-duanya terdengar enak. :)
yoikss..
hello world.. memasuki semester delapan, tema utama udah berasa sejak awal.
.. Perbaikan
Nilai yang mepet,
Proposal yang ternyata sampe sekarang nasibnya masih ngegantung.
Skripsome yang belum jelas nasibnya.
sampe-sampe ujian kenaikan tingkat beladiri aja mesti perbaikan. Beuuhh.. baru kali ini, diantara semua yang ikut ujian (di level yang sama dg saya) ga da yang lolos dan langsung berhasil.. hehehe..
Ayo dah qta perbaikan, siapa takut!! :D
Semester ini juga saya memulai kehidupan baru dengan beladiri yang baru, Thifan Pokhan aliran tsufuk, alias Putri Gading.. Yoww.. setelah mencoba Tapak Suci putera Muhammadiyah selama 3 tahun saat SMP, beladiri Aikido sejak beberapa tahun lalu, kali ini saya mencoba aliran kungfu muslim dari daratan China. Mudah-mudahan bisa istiqomah di beladiri ini.. hehehe.. :D
Alasan klise ikut thifan adalah seragamnya warna merah!!! ihiiiiyy... *alasan yang bener2 ga penting bgt kaan..* HAHAHA.. That's Right! Entah kenapa sesuatu yang berwarna merah dimata saya akan menjadi lebih keren.. hehehe :D
Alasan mendasar ikut thifan karena latihan thifan tuh dipisah antara cowo dan cewe. Jadi, jangan harap bakalan sparring bareng cowo disini. Ini yang berkebalikan dari aikido. Aikido mah, 90% nya adalah cowo.. Helllooooo entah kenapa cewe2nya pada males bgt latihan.. T_T hikss.. Terkadang ada sparring ikhwan-akhwat yang bikin mupeng, ga lain dan ga bukan, mereka udah suami istri.. ahahaha.. pelatih akhwat dan pelatih ikhwannya memang pasangan suami-istri.. ehehe. ^^v
Sekarang sih jangan berharap lebih, saya mesti perbaikan jurus 1 dulu, mba pelatihnya bilang kalo si mba aja latihan jurus 1 butuh waktu 1 bulan, alias 8 pertemuan. Nah saya baru dua kali pertemuan. perjuangan masih panjang sodara-sodara... :D
***
Entah sejak kapan hormon testosteron menguasai diri ini.. *halaaahhh..
potongan perbincangan di kereta ekonomi AC dengan temen2 aikido semakin membuat saya berpikir.
*Perbincangan mengenai perlawanan dan serangan dalam aikido, bantingan, tendangan, pukulan, komentar sensei-sensei tadi siang, uke+nage yang sempet jadi lawan, sampe pada titik ada seseorang yang berkomentar
A : "Harusnya ga usah dilawan pake pukulan aja yaa.. dikelitikin aja kali.."
*semua tertawa ngakak..*
G : "Beuhh.. udah kaya maho-maho aja lo!"
A : "lah, si nela mah ngga kali, dia kan cewe.. "
G : "Loh.. emang si nela cewe?? gw kira cowo..."
Saat itu saya memang sedang bersama 5 cowo aikido setelah ujian kenaikan tingkat di kalibata. Apa artinya rok gw masih berkibar-kibar kalo gitu boii...
yaks. -.-
Jalan bareng cowo emang enak, dijamin ga bakalan ada yang ngusilin, preman-preman pasar, preman stasiun aja langsung pd diem. hehe. Refleks cowo juga oke.
Pernah suatu ketika saya lagi duduk berjejeran dengan seorang anak kecil, sekitar 1-1,5 meter dikanan saya, tiba-tiba tanpa diduga ada papan yang jatuh menimpa kami. Dan yang lebih mencengangkan lagi cowo yang ada disebelah kiri saya refleks menahan papan itu. Naasnya anak kecil itu tetap tertimpa papan, dan langsung nangis.hiks. coba refleks gw okeh, pasti ga gini endingnya.. by th way, Thanks bro!! :p
HARUSNYAA..
Ga perlu nunggu cowo untuk merasa aman. Kita, para cewe imut menggemaskan juga bisa koq melindungi diri sendiri. Ahah. Bener ga??
Mari perbaiki diri, biar bisa melindungi orang-orang sekitar.. Bisa jadi anak kecil itu beneran anak saya ato adik saya.. :D
Monas, lambang kegagahan Jakarta. Siapa sih, yang ga tw monas. Pasti semua orang pernah denger tentang monas.
Tinggi menjulang ditengah kota jakarta. Udah lama banget aku ga ke monas. Sebelumnya aku cuma sampe museum sejarah nasional yang ada dibawahnya, mentok-mentok sampe pelataran bawah yang berada di ketinggian 45 meter. *malu ga siiii.. udah berapa tahun hidup di jabotabek tapi belom pernah naik ke puncak monas??
Ayo yang belom pernah ngacung!! cepetan kesana.. mumpung monas masi berdiri tegak. hehe..
Aku pengen banget sampe lidah api di puncaknya. Tapi pasti gabisa. hehe.. ternyata pengunjung cuma bisa sampe ke pelataran atas. *sedikit kecewa*

maka, dimulailah perjalanan nekat mengendarai motor dari bogor.
ihiiwww..
*ini apa-apaan dah. mentang-mentang anak depok-bogor, samasekali kaga ngarti jalan di jakarta*
serius. saya buta arah di Jakarta. Mungkin karena emang belum banyak urusan yang mengharuskan saya berkelana di Jakarta.. ^^v
Berbekal Maps yang ada di henpon dan tanya sana-sini (Alhamdulillah, henponnya udah ada maps-nya, dan Alhamdulillah juga masi bisa nanya.. ^^)
akhirnya nyampe juga di monas.. Ihiwww...
saat membeli tiket, eng-ing-enggg..
penjaga tiketnya langsung ngasih tiket untuk anak-anak!!!
Uhuk.uhuk. saya senyum lebar, nahan ngakak.
disitu tertulis, tiket untuk anak-anak, pelajar dan mahasiswa.
YUPSS!! mahasiswa. walopun udah tingkat akhir gini, saya masih mahasiswa koq.. =D
Dan perjuangan pun belum berakhir..
ternyata..
NGANTRIIIIII BOOOSSS!!

unforgettable antrian.. 1,5 jam perjuangan mental dan fisik. uhuk. lebay.
sikut sana sini, orang-orang curang yang suka nyerobot, panas. piuhhh...
horison siang itu ajib.
aku suka banget liat horison..

Ini gambar sisi utara jakarta. Kita bisa lihat laut jawa dikejauhan.. =D

